Showing posts with label PROGRAM BK. Show all posts
Showing posts with label PROGRAM BK. Show all posts

Saturday, 28 September 2019

ANGKET SOSIOMETRI


Banyak hal yang harus di lakukan oleh seorang Tenaga pendidik, untuk mengetahui perkembangan siswa, baik perkembangan belajar ataupun prestasi di sekolah, disamping itu juaga seorang guru dituntut untuk mengetahui perkembangan hubungan siswa dalam berinteraksi dengan teman-teman disekolah atau hubungan sosial dalam kelompok.
Salah satu yang mungkin bisa diterapkan dengan menggali informasi lewat Sosiometri, bisa dilakukan dengan cara memberikan Angket kepada siswa/peserta didik.

Sosiometri adalah Metode pengumpulan data tentang pola dan struktur sosial individu-individu dalam  suatu kelompok, dengan cara menelaah relasi sosial, status sosial. Maksud dan tujuan penggunaan angket sosiometri adalah untuk mengetahui hubungan sosial individu dalam kelompok, dalam hal ini hubungan sosial individu siswa dalam kelasnya di MTS Manfaat penggunan angket sosiometri ini adalah untuk mengetahui layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan secara tepat  kepada individu siswa di MTS melalui hasil analisis sosiometri yang berupa sosiogram.


                Untuk itu kami selaku guru bimbingan dan konseling memohon partisipasi dari siswa MTS  untuk mengisi angket sosiometri yang nantinya dapat digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi program layanan bimbingan konseling.

Petunjuk pengisian :

1.       Menjawab pertanyaan pada angket sosiometri dengan cara menuliskan  nama teman yang                    dipilih beserta alasannya.
2.       Menjawab pertannyaan sesuai dengan pendapat disi sendiri bukan pendapat teman.
3.       Tidak ada jawaban yang dinilai salah atau benar, sehingga jangan takut untuk menuliskan                    jawaban sesuai dengan pendapat dan pikiran masing-masing.
4.       Jawaban bersifat rahasia sehingga jangan memperlihatkan jawaban kepada teman.
5.       Mintalah petunjuk kepada petugas apabila ada hal yang masih kurang jelas dalam pengisian angket  sosiometri ini.

Terima kasih atas partisipasinya.

Nama
No Absen
Kelas/Jurusan
Jenis kelamin
Tempat / Tanggal Lahir
Alamat
1.       Teman yang anda senangi untuk diajak belajar bersama di kelas :
a.     .............................................alasannya..............................................................
b.     .............................................alasannya..............................................................
c.      .............................................alasannya..............................................................

2.       Apabila anda mengalami kesulitan belajar dengan siapa teman sekelas anda memilih untuk berbagi minta tolong:
a.     .............................................alasannya..............................................................
b.     .............................................alasannya..............................................................
c.      .............................................alasannya..............................................................

3.       Dengan siapakah anda ingin duduk sebangku di kelas ini :
a.    .............................................alasannya..............................................................
b.    .............................................alasannya..............................................................
c.     .............................................alasannya..............................................................

4.       Teman yang paling tepat untuk menjadi ketua kelas adalah :
a.     .............................................alasannya..............................................................
b.     .............................................alasannya..............................................................
c.      .............................................alasannya....................

Demikian dan mudahan bisa bermanfaat.

ANGKET STUDY HABIT


Alhamdulillah kita semua masih diberikan kesehatan dan  kali ini saya coba berbagi dengan rekan-rekan seferopesi, dan pada kesempatan ini saya coba berbagi tentang bagaimana mengetahui kebiasaan belajar siswa atay peserta didik, melalui trik Angket atau quissioner.

Dan sesuai judul postingan di atas kita coba dengan cara memberikan ANGKET STUDY HABIT.



Angket study habit adalah pernyataan-pernyataan untuk mengetahui kebiasaan belajar siswa atau serangkaian penyataan yang mengungkapkan tentang belajar siswa.

Nama                :
Alamat              :
Kelas  :
Madrasah         :

 Petunjuk

a.       Dibawah ini terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan cara belajar, cara mengatur waktu, persyaratan-persyaratan dalam belajar dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kegiatan belajar.
b.      Apa yang diminta kepada anda adalah memberikan tanda Silang ( X  ) pada ruang yang disediakan, yaitu didalam tanda kurung dimuka setiap pernyataan, yang sesuai dengan keadaan.
c.       Berilah tanda cheklist pada pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan keadaan anda secara jujur,  agar hasilnya cara belajar lebih baik lagi.

Berilah tanda Silang ( X  ) pada pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan anda.
(.......) 1. Saya mempunyai waktu untuk belajar dirumah
(.......) 2. Dirumah saya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk belajar
(.......) 3. Saya belajar setiap hari secara teratur
(.......) 4. Saya belajar kalau ada ulangan
(.......) 5. Saya terlalu banyak membantu orang tua dirumah
(.......) 6. Saya mempunyai daftar waktu untuk belajar
(.......) 7. Saya tidak mempunyai daftar waktu untuk belajar
(.......) 8. Saya mempunyai kelompok belajar bersama dirumah
(.......) 9. Ada kamar belajar sendiri dirumah
(.......) 10. Lampu ruang belajar dirumah cukup memenuhi syarat
(.......) 11. Adik-adik sering mengganggu belajar saya
(.......) 12. Teman-teman saya sering kali mengganggu saya belajar
(.......) 13. Suara bising dijalan sering mengganggu saya belajar
(.......) 14. Saya biasa tidur siang
(.......) 15. Saya tidak bisa tidur siang
(.......) 16. Dirumah saya memiliki kegiatan olahraga, organisasi atau kegiatan lain   selain membantu                   orang tua
(.......) 17. Biasanya bahan-bahan belajar yang sulit saya pelajari lebih dahulu baru kemudian bahan                     yang ringan
(.......) 18. Saya tidak merencanakan bahan apa yang harus saya pelajari
(.......) 19. Saya merasa tidak cocok terhadap bidang study/gugus yang saya pilih
(.......) 20. Saya sudah merasa cocok terhadap bidang study/gugus yang saya pilih
(.......) 21. Orang tua saya menentukan bidang study/gugus yang saya ambil
(.......) 22. Saya bersama orang tua saya menentukan bidang study/gugus yang saya   ambil
(.......) 23. Saya sendiri menentukan bidang study/gugus saya
(.......) 24. Ada beberapa pelajaran yang sulit saya ikuti
(.......) 25. Saya dapat mengikuti system pendidikan di sekolah ini
(.......) 26. Saya tidak mengerti system pendidikan di sekolah ini
(.......) 27. saya sulit mengikuti system pendidikan disekolah ini
(.......) 28. Alat-alat belajar disekolah tidak mencukupi dan tidak terbeli
(.......) 29. Uang SPP selalu mengganggu saya belajar
(.......) 30. Alat-alat belajar disekolah sangat membantu belajar saya
(.......) 31. Orang tua/wali saya selalu memperhatikan penggunaan waktu belajar  saya  dirumah
(.......) 32. Orang tua/wali saya kadang-kadang selalu memperhatikan penggunaan  waktu belajar                         saya  dirumah
(.......) 33. Orang tua/wali saya tidak pernah memperhatikan penggunaan waktu belajar    saya                              dirumah
(.......) 34. Saya belajar bila mendapat teguran atau perintah dari orang tua
(.......) 35. Saya belajar karena dorongan dan kebutuhan saya sendiri
(.......) 36. Saya belajar karena manfaat pelajaran yang sya ikuti
(.......) 37. Saya tidak mengetahui manfaat  pelajaran yang saya ikuti
(.......) 38. Saya kurang jelas apa manfaat beberapa pelajaran yang saya ikuti
(.......) 39. Buku-buku pelajaran saya tidak lengkap
(.......) 40. Catatan saya cukup lengkap
(.......) 41. Buku-buku pelajaran saya cukup lengkap
(.......) 42. Catatan saya kurang lengkap
(.......) 43. Saya tidak begitu berminat terhadap buku-buku pelajaran
(.......) 44. Sulit memahami buku-buku pelajaran
(.......) 45. Saya sering membaca buku-buku diperpustakaan
(.......) 46. Saya kadang-kadang membaca buku-buku diperpustakaan
(.......) 47. Saya jarang membaca buku-buku diperpustakaan
(.......) 48. Tidak pernah membaca buku-buku diperpustakaan
(.......) 49. Sering saya bertanya kepada bapak guru tentang pelajaran
(.......) 50. Kadang-kadang saya bertanya kepada bapak guru
(.......) 51. Jarang saya bertanya kepada bapak guru
(.......) 52. Tidak pernah saya bertanya kepada bapak guru
(.......) 53. Kadang-kadang saya bertanya kepada teman mengenai pelajaran
(.......) 54. Sering bertanya kepada teman-teman mengenai pelajaran
(.......) 55. Jarang sekali saya bertanya kepada teman-teman tentang pelajaran
(.......) 56. Dirumah ada yang membantu saya dalam hal belajar

Saturday, 21 September 2019

PENILAIAN TINDAKAN KELAS BIMBINGAN KONSELING





Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan, sehingga kita masih beraktivitas sesuai dengan bidang kita masing-masing, dan pada kesempatan saya coba berbagi tentang penilaian Tindakan Kelas Bimbingan Konseling ( PTK BK)

                                                 BAB I
                                       PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Berkaitan dengan tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan
melatih.
Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti
meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih
berarti
mengembangkan ketrampilan-ketrampilan kepada siswa. Terutama guru BK (Bimbingan dan
Konseling) harus bisa menjalankan profesinya yaitu mengonseling siswa yang “bermasalah”
/atau butuh pemecahan masalah. Dan salah satu metode konseling adalah metode
konseling
behavior yang tujuannya adalah untuk mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif
(masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang
diinginkan
siswa. Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik : (a)
diinginkan oleh klien; (b) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan
tersebut; (c)
klien dapat mencapai tujuan tersebut; (d) dirumuskan secara spesifik. Konselor dan klien
bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling.

Dan untuk lebih jelasnya silahkan klik disini

demikian dan mudahan bisa bermanfaatn dan bisa menambah wawasan kita.

Friday, 20 September 2019

MEKANISME PENANGANAN SISWA BERMASALAH DI MADRSAH/SEKOLAH

Kali ini saya coba berbagi kepada Rekan-rekan yang jadi guru pembimbing, yang dalam hal ini adalah guru BK. Karena sering kita jumpai karekter peserta didik yang berbeda-beda, ada yang menyenagkan dan ada pula yang bikin kita jengkel karena ulah siswa, oleh sebab itu mungkin dengan membaca tips ini kita bisa menemukan solusi dari permasalahan yang sering kita dapatkan di sekolah atau madrasah.

               Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang yang bermasalah, dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. Upaya untuk menangani siswa yang bermasalah, khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu:
(1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling.

PROGRAM LAPORAN KONSELING PERORANGAN

Alhamdulillah saya masih diberi kekuatan oleh Allah SWT, sehingga masih bisa berbagi untuk semua saudara-saudaraku guru BK/Konselor SMP/MADRASAH di seluruh Indonesia. Kali ini akan saya bagikan adalah: Proses pelaksanaan Layanan Konseling Perorangan di Sekolah.
                             

1. Identitas Pribadi

Nama (inisial)  :  
Jenis Kelamin  :  L/P
Umur/Tgl. Lahir  : 
Pendidikan/Pekerjaan : 
Status Perkawinan  : 
Agama          : Islam

2. Masalah 
Konseli adalah siswa dibangku MTS. Dia merupakan salah satu murid di MTS Swasta di Boro’Tumbuh yang cukup dikenal. Saat menjadi murid MTS, dia sering terlambat datang ke Madrasah, alasannya yakni dia bersama teman-temannya sering bersantai terlebih dahulu di rumah Temannya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Madrasah. Akibatnya konseli sering dihukum oleh guru dikarenakan datang terlambat. 

PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DI SEKOLAH/MADRSAH

Dalam kesempatan kali ini saya coba berbagi kepada rekan-rekan, khususnya bapak Ibu guru sebagai guru bimbingan konseling, tentang proses Layanan konseling kelompok di Madrasah/Sekolah.

Layanan konseling kelompok adalah salah satu layanan dalam pelayanan bimbingan dan konseling yang juga memanfaatkan dinamika yang ada pada kelompok. Setelah kita melaksanakan layanan ini alangkah baiknya untuk sesegera mungkin untuk membuat laporannya. 

Tuesday, 6 August 2019

PROGRAM TAHUNAN BIMBINGAN KONSELING TAHUN 2019/2020.


Tahun Ajaran baru telah tiba, kini saatnya para guru disibukkan dengan persiapan pembuatan perangkat pembelajaran, tidak terkecuali para guru BK/Konselor juga dituntut untuk mempersiapkan perangkat layanan BK. Pada tahun pelajaran 2019/2020 ini perangkat BK hampir tidak ada perubahan sama seperti tahun lalu yang mengacu pada POP BK tahun 2016 yang sudah ada.

Dalam pelaksanaan BK di sekolah sampai sekarang masih belum ada perubahan yakni tetap mengacu pada Permendikbud Nomor 111 tahun 2014 dan Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Sekolah ( POP BK )  yang diterbitkan oleh Dirjend GTK Tahun 2016.


 PROGRAM TAHUNAN

A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi  individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.

Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD). Dalam upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.

Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh MTS NW Boro’Tumuh memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidakmatangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya.

Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak persiapan menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem lainnya.

Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, aktif dalam kegiatan olahraga, berbakat dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung yang tersedia di MTS ................ dapat dikatakan cukup baik. Hal ini didukung oleh fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya masing-masing. 
Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana dan prasarana yang dimiliki, SMP/MTS ................ memiliki kecukupan fasilitas untuk menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler.

B. DASAR HUKUM

1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. 

2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab I Pasal 1 angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan”.  

3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah. 

4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat (6) Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang menyatakan bahwa beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut dalam penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang dimaksud dengan “mengampu layanan bimbingan dan konseling” adalah pemberian perhatian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan memerlukan. 

5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5) Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dihitung secara proporsional berdasarkan beban kerja wajib paling kurang 150 (seratus lima puluh) orang Konseli dan paling banyak 250 dua ratus lima puluh) orang Konseli per tahun. 


6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang menyatakan bahwa kualifikasi akademik konselor dalam satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal adalah: (i) sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling; (ii) berpendidikan profesi konselor. Kompetensi konselor meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, yang berjumlah 17 kompetensi dan 76 sub kompetensi. 

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA, dan Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK, yang memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan, lintas minat atau pendalaman minat. 

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan bahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan dukungan system. Bidang layanan bimbingan dan konseling mencakup : (a) bidang layanan pribadi, (b) bidangan layanan belajar, (c) bidang layanan sosial, (d) bidang layanan karir

9. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling SMP, 2016, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pada POP BK SMP ini dapat memfasilitasi guru BK / Konselor dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan dan menindaklanjuti layanan bimbingan dan konseling

Untuk lebih Jelasnya, Silahkan Donwload disini

Demikan dan mudahan bisa menjadi Acuan kita dalam menerapkan bimbingan terhadap siswa/peserta didik.

Friday, 25 May 2018

program tahunan terbaru bk mts

PROGRAM TAHUNAN

A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didikyang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi  individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dansekolah.



Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD). Dalam upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh MTS NW Boro’Tumbuh memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik di Madrasah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidakmatangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya.
Untuk lebih jelasnya silahkan donwload di sini.... program Tahunan.